Sampai bila lagi?

Sampai bila lagi….?

Renungkan soalan tersebut selama seketika. Apakah makna soalan tersebut bagi anda?

Adakah anda mempunyai makan yang cukup? Bumbung untuk berlindung? Pakaian yang menutup aurat?

Lebih dari itu?? Rumah yang selesa dan perkakas eletronik, handphone yang canggih? Kenderaan yang terbaru dan selesa? Masa lapang untuk bersiar-siar dan menjalankan hobi anda? Pakaian berjenama? Kad kredit gold/platinum?

Sampai bila lagi hidup harus terasa kosong? Sampai bila lagi kita bangkit dari tidur kita memikirkan cara untuk kita berhibur menutup jiwa yang kosong? Sampai bila lagi kita harus hidup berpura-pura tidak tahu akan janji Allah, azab allah dan nikmatnya yang kekal tanpa batasan? Sampai bila lagi hidup kita hari-hari tidak membawa manfaat yang kekal? Sampai bila lagi waktu lapang kita dipenuhi dengan hiburan saja? Bukankah kita dijadikan untuk mengabdikan diri kepadanya?

Katakanlah kita tidak bersedia, tapi adakah kita akan mengatakan yang sama bila roh hampir berpisah dengan jasad? Bolehkah apabila malaikat maut datang menyapa kita menyuruhnya tangguh kerana kita tidak bersedia? Adakah kita akan mengatakan yang sama apabila jasad kita diturunkan ke liang lahad? Adakah kita akan mengatakan perkara yang sama apabila malaikat mungkar dan nakir menyoal? Adakah kita akan mengatakan perkara yang sama kelak bila neraka dinyalakan dan syurga dihampirkan? Di hari di mana manusia hanya akan ada dua nasib dan bukan lagi pilihan, azab yang tersangat perit tidak terkata atau nikmat yang tak dapat dibayangkan?

Sampai bila lagi…baru nak berubah? Sampai bila lagi baru nak bersedia?

Sampai bila lagi…baru nak solat lima waktu sehari semalam dan berjemaah? Mempelajari al-Quran dan ajaran Islam? Menunaikan zakat? Meninggalkan riba, maksiat dan yang haram? Sampai bila lagi kita tidak mengendahkan mereka yang memerlukan bantuan kita? Sampai bila lagi kita nak tangguhkan rukun Islam kelima? Sampai bila lagi kita hanya menyimpan Islam untuk diri kita sendiri?

Tahukah anda berapa banyak air mata yang mengalir kerana mengingatkan nasib anda? Berapa banyak keringat yang tumpah mengharapkan sesuatu dari anda? Berapa banyak harta dan masa, malah sepenuh masa hidup dihabiskan untuk anda? Berapa banyak jiwa yang terkorban supaya anda mendapat manfaat!?

Siapakah mereka itu dan untuk apa mereka laukan semua itu kerana anda?

Mereka itulah Rasullullah s.a.w, para sahabat2nya radiallhuanhum, pejuang2 Islam seterusnya sehingga ke para da’ie, guru-guru, pendakwah, malah mungkin saudara atau rakan-rakan anda sendiri!

Berapa banyak nyawa yang perlu Allah tarik supaya kita sedar? Berapa banyak bencana yang perlu Allah turunkan?

Adakah kita menanti musibah menimpa kita baru kita bersedia?

Sekali lagi…Adakah kita menanti musibah menimpa kita baru kita bersedia?

Nauzubillah.

Semoga kita tidak lalai dan sedar bahwa Allah yang maha pengasih sangat-sangat menginginkan kita kembali padanya, dan memberi kita peluang setiap hari untuk memulakan hidup yang baru, hidup yang bermakna, dunia dan akhirat.

Dari Abu Hurairah r.a katanya: Nabi saw. bersabda: “Allah berfirman: “Aku menurut dugaan hambaKu terhadap Aku dan Aku bersama dengan dia, apabila dia mengingati (menyebut) Aku. Apabila dia menyebut Aku dalam hatinya, nescaya Aku menyebutnya pula sendiriKu. Dan kalau dia menyebut Ku di hadapan orang banyak, nescaya Aku menyebutnya pula di hadapan orang banyak yang lebih baik Kalau dia mendekatkan diri kepada Ku sejengkal, nescaya Aku mendekat kepadanya sehasta. Dan kalau dia mendekatkan diri kepada Ku sehasta, nescaya Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan kalau dia datang kepada Ku berjalan biasa, nescaya Aku datang kepadanya berlari.” Riwayat Bukhari

Dari Anas bin Malik r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda, Allah tabaraka wa ta’ala berfirman “Wahai anak Adam, selagi engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, nescaya Aku ampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, andaikata dosamu mencapai petala langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, nescaya Aku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, kemudian engkau mendatangi-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan- Ku dengan sesuatu apapun, nescaya Aku akan mendatangimu dengan sepenuh bumi ampunan”. Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi, hasan.

Tahniah, anda masih bernafas lagi, mari kita jadikan hari ini hari yang bermakna!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s